|
100th post! Welcoming Madness into Your Life!
02 December, 2009 / 10:24 PM
Readers! Tak terasa ini adalah postingan ke-100 saya! (setelah melalui beberapa postingan yang sempat di-delete) enakan kita isi dengan apa ya?
Bagaimana kalau dengan kegilaan comment di setatus FB? TKP: Status FB dodol saat pelajaran hukum agraria berlangsung Latar belakang: Hena yang tidak terima tanah airnya (bekasi) dihina oleh saya, berusaha menyangkalnya dengan bantuan temen-teman yang makin lama makin nyolot. Bahkan Kek Ojan pacar Naya jadi ikut2an berkomentar pula. Bekasi memang sudah umum menjadi tempat yang menjadi korban ceng-an di antara kami semua selain Bogor. Starring:- Hena (anak bekasi terzolimi yang paling cantik sedunia) - Reta (bunda kami semua yang bijaksana walau galak) - Nunu (kodok dengan otak ber-chipset pentium 0,5) - Rafela (anak Summarecon) - Naya (replika manohuruhara) - Rinda (si cantik ninja asin) - Fauzan (tukang minyak dari balikpapan, pacar manohuruhara) Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, Law, ME in STUPIDITY, Trisakti University
Comotan dari NgupingJakarta
09 November, 2009 / 2:16 AM
Jadi gw memilih 5 postingan yang bikin pembacanya pengen langsung matiin internet connection & sembunyi di dalam rumah selamanya supaya ga berinteraksi dengan orang-orang di luar sana daripada kena risiko mendengar hal-hal seperti ini: Cowok: "Pak, gerobaknya rusak?" Tukang Nasi Goreng: "Nggak, ini baru kok, pak..." Cowok: "Kok didorong?" Didengar oleh dua teman yang ingin mendorong cowok itu ke jurang terdekat.
Guru biologi: "Nah, selain kondom dan spiral, ada lagi nih kontrasepsi alami; namanya coitus interuptus." Siswa: "Apa tuh, pak?" Guru biologi: "Jadi waktu mau keluar, penis diangkat jadi tidak mengeluarkan sperma di dalam vagina." Siswa: "Terus ngeluarinnya dimana, pak?" Guru Biologi: "Kata anak kelas lain sih, di muka..." SMA di Jakarta, didengar oleh seluruh murid yang merasa menonton porno sudah menjadi kurikulum.
Dua orang perempuan yang sedang ngobrol di dalam mobil. Perempuan #1: "Eh, bentar gw angkat telepon dulu ya, nanti kita lanjutin lagi." Perempuan #2: "oke." Perempuan #1, beberapa menit kemudian: "Jadi, sampai dimana kita?" Supir: "Terogong." Terogong, didengar oleh kedua penumpang yang jadi lupa topik pembicaraan sebelumnya. Cewek: (Main TTS)"Yang, pengampunan hukuman apa?" Cowok: "Amnesti" Cewek: "Cuma lima kotak kok..." Cowok: "Kalau gitu nulisnya kecil-kecil aja..." Didengar oleh teman yang langsung percaya hukuman mati.
Sambil menunggu sampai tempat tujuan di dalam angkot.Seorang perempuan melamun.Tiba-tiba ia teriak. Penumpang: "Assalamualaikum, Bang!! Assalamualaikuuumm!!" Supir angkot: "Waalaikumsalam, Mbak! (setengah kaget)" Penumpang: "..." Supir angkot: "..." Penumpang: "Maksut saya kiri, Bang.." Supir angkot: "..." Angkot jurusan Slipi Jaya, didengar oleh penumpang-penumpang yang lain sambil meringis menahan tawa.Labels: Daily Whatever
Yang bikin "hahaha zzz" habis nangis
31 October, 2009 / 4:02 AM
Entah dia ini berusaha menghibur dengan ngelawak atau memang minta di "zzz" in... Setidaknya dia memberi penghiburan pada hati yang keruh ini. Sekeruh Kali Ciliwung.
Gimana kabarnya? Jelek, hahaha. Oh di sini mah selalu cakep! zzz
*****
Kepalanya nyut-nyut an nih, belom tidur Yah kalo bisa mah disamperin ke sana, dipijitin Iya ya, jauh sih...satunya di Kemanggisan, satunya di New York (baca: yang ngomong posisinya di Kebayoran Lama) zzz
*****
Kamu udah makan belom? Belom... Makan dong, tadi aja saya makan indomie rebus (terus kenapa kalo indomie rebus?) zzz
*****
Gimana ujiannya? Baru ada lagi nanti senin. Belajar dong biar IP nya 4! Iya belajar... Iya, biar IP nya 14! zzz
*****
Kamu sakit? (diam, menarik ingus, menangis pelan) Hei... Ngga kok (sengau-segau srot-srot) Kamu flu ya? Ngga...hahaha... (air mata makin tumpah kayak bak mandi kepenuhan) Ah, kamu sakit kulit kali! HE? Emang sakit panu apa...ada-ada aja...! Iya, suara kamu kayak gitu, pasti sakit kadas, kurap, kutu air. Apa hubungannya suara sama sakit kulit??? Ha, iya ya? Apa hubungannya suara sama sakit kulit ya? zzz
*****
Credit to this wicked guy:
Si pendosanya hikhikhik!
♥ you.
Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, ME in STUPIDITY
Kerasnya Hidup Ini (Udah tahu dari dulu sih)
30 October, 2009 / 10:01 PM
Beberapa waktu yang lalu, saya mengupload video saya sedang main gitar sambil menyanyikan lagu "You've Got a Friend" di Facebook. Entah kenapa dorongan hati begitu kuat untuk mengekspresikan rasa sayang (latihan jadi seleb juga sih, CIH!) kepada teman-teman, teman baru, teman lama, teman baik, semuanya--saya sayang kalian semua! Ayo abis ini kita kareokean ke mana? :hammer:
Hari ini saya membuat kesalahan bodoh yang mengakibatkan saya disemprot habis oleh bokap, dikatai anak kurang ajar, dst dst. Awalnya, saya disindir tentang suatu hal secara bercanda oleh bokap, karena saya sedang sensi dan lelah, saya tidak menggubris waktu bokap biacara kepada saya. Memang itu semua kesalahan saya, dan sebagai orang waras, saya meminta maaf kepada bokap. Suatu hal yang jarang sya lakukan karena ego saya yang terlalu tinggi. Maafin aku pi, aku tadi capek, maaf pi... (suara sengau tarik ingus cih)
Kamu tahu, papi capek besok mau presentasi depan dewan Gubernur, masakin kamu, nglayanin kamu--kamu pikir kamu tuan besar ya? Ga ada itu alasan capek! Kurang ajar kamu, betul-betul kurang ajar!
Maaf, aku ngga bisa seperti itu... (ngga bisa menepikan capek/lelah/banyak pikiran sebagai alasan)
Kamu galau, heh? Jangan bawa kegalauan kamu ke dalam rumah!
Saya terdiam seketika.Saya terima semua amukan itu--namun saya benar-benar terpukul dengan kata-kata terakhir di atas. Jika saya tidak boleh membawa kegalauan saya ke dalam rumah, kepada siapa lagi saya harus mengadu? Bukankah mereka mengatakan saya harus bercerita kalau terjadi apa-apa/ada masalah? Saya lelah, amat lelah.Dulu hidup saya lebih berat daripada ini. Tidak ada yang tahu kan, bagaimana seorang anak kecil, umur 14 tahun menanggung beban hidup bagai sekarung belati--yang lucunya tidak dia pakai untuk bunuh diri saja sekalian--padahal situasinya sangat mendukung. Percuma juga kalau saya ceritakan hal itu kepada kalian, wahai orangtuaku, karena dulu kalian terlalu sibuk mencaci maki satu sama lain dan terlalu naif, buta, untuk mengakui bahwa anak kalian juga bisa punya masalah selayaknya masalah orang dewasa. Saya telan semua sakit dan muntahan itu sendiri.Saya tidak pernah mengeluh seperti cewek lenje. Masalah saya lebih berat dari sekadar nilai merah di rapor atau ditolak mentah-mentah orang yang saya suka. Saya ketika berumur 14 tahun punya masalah yang menyangkut hidup-mati. Yang membuat saya meneteskan air mata tiap kali bangun pagi dan turun menyentuh lantai--selama hampir 3 tahun--sebelum saya mengakhiri kegilaan itu dengan membuka lembaran baru dalam hidup dan berusaha memperbaiki diri. Dan akhir-akhir ini, kenangan masa lalu yang pahit najis itu sering menyergap saya.Sekarang saya sering berpikir, apakah semua perbuatan baik yang saya lakukan, semua upaya saya untuk memperbaiki masa lalu saya yang sampah, mencoba terlihat sebagai orang yang sempurna, bisa menutupi atau menebus kesalahan saya di masa lalu? Apakah saya sudah berubah sedemikian rupa baiknya sehingga orangtua saya melihat saya sebagai manusia superior yang tidak boleh mengalami human error? Tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan di depan mata orangtua saya, terutama bokap.
Lalu bagaimana dengan adik saya yang lebih lemah dan cengeng, kenapa banyak sekali toleransi yang diberikan kepada dia? Saya merasa sangat dibedakan! Saya tahu kalau bokap marah semua kata-kata orang gila bisa keluar. Masalahnya saya menganggap semua itu serius dan dimasukkan ke dalam hati. Penyakit orang perfeksionis. Yang saya tahu, mulai sekarang, saya tidak akan memperlihatkan kesedihan di depan orang tua saya--kecuali saya ingin cari penyakit.
Tadi saya menelepon teman untuk menanyakan bahan ujian, dengan suara sengau dan masih menarik ingus. Kontan, dia pun terkejut dan menyanyikan reff dari lagu " You've Got a friend" yang saya upload sebelumnya. Kamu udah nyanyiin itu buat aku, sekarang aku yang nyanyiin buat kamu. You've got a friend, right?
Sentimental breakdown, gue langsung nangis kejer. Saya ulangi, kejer. Taik. Hahahah.
Dan hal yang menghibur juga saya temui ketika menelepon dia. Dengan harapan bisa mencari ketenangan dengan mendengar suaranya setelah hampir tidak ada kabar selama 2 hari, atau berharap dia bisa memberikan saran sebagaimana orang bijak pada umumnya. Saya tidak percaya kalau dia tidak tahu apa yang terjadi dengan saya, karena dia tahu apa yang saya lakukan selama 24 jam, oh dasar dukun--namun apapun yang dia katakan tadi benar-benar menyejukkan hati. Mungkin dia juga tidak bermaksud mengibur, tapi biarlah. Setidaknya saya masih bisa tersenyum dan bangkit lagi.
Masih banyak orang lain yang punya masalah lebih berat. Saya tidak boleh menyerah dan mati tenggelam dalam kubangan ingus seperti ini. :) Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, family, Imperfect Past Present and Future, ME in STUPIDITY
KTT
26 October, 2009 / 10:21 PM
Tentunya kalian semua sudah familiar dengan KTT yang merupakan singkatan dari Konferensi Tingkat Tinggi....namun kali ini berbeda, KTT yang dimaksud adalah Khayalan Tingkat Tinggi
Berkhayal...seandainya yang terjadi di bawah ini menjadi nyata...
Namun apa boleh buat, yang ada sepertinya malah kebalikan. Zzz.
*****
Terus jadi teringat waktu itu dia bertanya-tanya soal main ice skating...mau main tapi takut jatoh. Di mana sense of adventure anda? Yihaaaa!
Kalo gue yang jatoh gawat, es retak semua, gara-gara keberatan dosa :hammer:
*****
Ah ini sekedar mengingatkan akan hobi lama dia...nge- RAP! Yes RAP! Macam Eminem atau Iwa K. Astaga!  ***** Dan khayalan yang paling mengerikan... FOTO CATATAN SIPIL *NGAREP BERAT MODE ON*Aaaa ada apa gerangan, makin lama makin sinting! (Memang sudah dari kemarin) Dari kemarin dia berbicara lewat lagu-lagu. Hari ini dia meninggalkan saya ngorok di telepon pada jam 6 pagi. Benar-benar dalam arti harafiah, suara ngoroknya kedengeran di telepon! Sore harinya dia juga bicara lewat lagu tapi saya terlalu pecicilan dan tidak peka untuk menangkap kalau-kalau ada maksud tersembunyi. Hari ini dia terlihat...bahagia.
Dan saya turut bahagia jika melihat orang yang disayang berbahagia. Walau saya tak tahu sebabnya. (Jangan-jangan mau kawin? Zzz ngimpi ajalo) Mumpung lagi hepi bolehlah diumbar...nanti kalau udah masuk bagian nangis-nangis, bete juga kan lo pada? Haha. Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, ME in STUPIDITY
|
100th post! Welcoming Madness into Your Life!
02 December, 2009 / 10:24 PM
Readers! Tak terasa ini adalah postingan ke-100 saya! (setelah melalui beberapa postingan yang sempat di-delete) enakan kita isi dengan apa ya?
Bagaimana kalau dengan kegilaan comment di setatus FB? TKP: Status FB dodol saat pelajaran hukum agraria berlangsung Latar belakang: Hena yang tidak terima tanah airnya (bekasi) dihina oleh saya, berusaha menyangkalnya dengan bantuan temen-teman yang makin lama makin nyolot. Bahkan Kek Ojan pacar Naya jadi ikut2an berkomentar pula. Bekasi memang sudah umum menjadi tempat yang menjadi korban ceng-an di antara kami semua selain Bogor. Starring:- Hena (anak bekasi terzolimi yang paling cantik sedunia) - Reta (bunda kami semua yang bijaksana walau galak) - Nunu (kodok dengan otak ber-chipset pentium 0,5) - Rafela (anak Summarecon) - Naya (replika manohuruhara) - Rinda (si cantik ninja asin) - Fauzan (tukang minyak dari balikpapan, pacar manohuruhara) Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, Law, ME in STUPIDITY, Trisakti University
Comotan dari NgupingJakarta
09 November, 2009 / 2:16 AM
Jadi gw memilih 5 postingan yang bikin pembacanya pengen langsung matiin internet connection & sembunyi di dalam rumah selamanya supaya ga berinteraksi dengan orang-orang di luar sana daripada kena risiko mendengar hal-hal seperti ini: Cowok: "Pak, gerobaknya rusak?" Tukang Nasi Goreng: "Nggak, ini baru kok, pak..." Cowok: "Kok didorong?" Didengar oleh dua teman yang ingin mendorong cowok itu ke jurang terdekat.
Guru biologi: "Nah, selain kondom dan spiral, ada lagi nih kontrasepsi alami; namanya coitus interuptus." Siswa: "Apa tuh, pak?" Guru biologi: "Jadi waktu mau keluar, penis diangkat jadi tidak mengeluarkan sperma di dalam vagina." Siswa: "Terus ngeluarinnya dimana, pak?" Guru Biologi: "Kata anak kelas lain sih, di muka..." SMA di Jakarta, didengar oleh seluruh murid yang merasa menonton porno sudah menjadi kurikulum.
Dua orang perempuan yang sedang ngobrol di dalam mobil. Perempuan #1: "Eh, bentar gw angkat telepon dulu ya, nanti kita lanjutin lagi." Perempuan #2: "oke." Perempuan #1, beberapa menit kemudian: "Jadi, sampai dimana kita?" Supir: "Terogong." Terogong, didengar oleh kedua penumpang yang jadi lupa topik pembicaraan sebelumnya. Cewek: (Main TTS)"Yang, pengampunan hukuman apa?" Cowok: "Amnesti" Cewek: "Cuma lima kotak kok..." Cowok: "Kalau gitu nulisnya kecil-kecil aja..." Didengar oleh teman yang langsung percaya hukuman mati.
Sambil menunggu sampai tempat tujuan di dalam angkot.Seorang perempuan melamun.Tiba-tiba ia teriak. Penumpang: "Assalamualaikum, Bang!! Assalamualaikuuumm!!" Supir angkot: "Waalaikumsalam, Mbak! (setengah kaget)" Penumpang: "..." Supir angkot: "..." Penumpang: "Maksut saya kiri, Bang.." Supir angkot: "..." Angkot jurusan Slipi Jaya, didengar oleh penumpang-penumpang yang lain sambil meringis menahan tawa.Labels: Daily Whatever
Yang bikin "hahaha zzz" habis nangis
31 October, 2009 / 4:02 AM
Entah dia ini berusaha menghibur dengan ngelawak atau memang minta di "zzz" in... Setidaknya dia memberi penghiburan pada hati yang keruh ini. Sekeruh Kali Ciliwung.
Gimana kabarnya? Jelek, hahaha. Oh di sini mah selalu cakep! zzz
*****
Kepalanya nyut-nyut an nih, belom tidur Yah kalo bisa mah disamperin ke sana, dipijitin Iya ya, jauh sih...satunya di Kemanggisan, satunya di New York (baca: yang ngomong posisinya di Kebayoran Lama) zzz
*****
Kamu udah makan belom? Belom... Makan dong, tadi aja saya makan indomie rebus (terus kenapa kalo indomie rebus?) zzz
*****
Gimana ujiannya? Baru ada lagi nanti senin. Belajar dong biar IP nya 4! Iya belajar... Iya, biar IP nya 14! zzz
*****
Kamu sakit? (diam, menarik ingus, menangis pelan) Hei... Ngga kok (sengau-segau srot-srot) Kamu flu ya? Ngga...hahaha... (air mata makin tumpah kayak bak mandi kepenuhan) Ah, kamu sakit kulit kali! HE? Emang sakit panu apa...ada-ada aja...! Iya, suara kamu kayak gitu, pasti sakit kadas, kurap, kutu air. Apa hubungannya suara sama sakit kulit??? Ha, iya ya? Apa hubungannya suara sama sakit kulit ya? zzz
*****
Credit to this wicked guy:
Si pendosanya hikhikhik!
♥ you.
Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, ME in STUPIDITY
Kerasnya Hidup Ini (Udah tahu dari dulu sih)
30 October, 2009 / 10:01 PM
Beberapa waktu yang lalu, saya mengupload video saya sedang main gitar sambil menyanyikan lagu "You've Got a Friend" di Facebook. Entah kenapa dorongan hati begitu kuat untuk mengekspresikan rasa sayang (latihan jadi seleb juga sih, CIH!) kepada teman-teman, teman baru, teman lama, teman baik, semuanya--saya sayang kalian semua! Ayo abis ini kita kareokean ke mana? :hammer:
Hari ini saya membuat kesalahan bodoh yang mengakibatkan saya disemprot habis oleh bokap, dikatai anak kurang ajar, dst dst. Awalnya, saya disindir tentang suatu hal secara bercanda oleh bokap, karena saya sedang sensi dan lelah, saya tidak menggubris waktu bokap biacara kepada saya. Memang itu semua kesalahan saya, dan sebagai orang waras, saya meminta maaf kepada bokap. Suatu hal yang jarang sya lakukan karena ego saya yang terlalu tinggi. Maafin aku pi, aku tadi capek, maaf pi... (suara sengau tarik ingus cih)
Kamu tahu, papi capek besok mau presentasi depan dewan Gubernur, masakin kamu, nglayanin kamu--kamu pikir kamu tuan besar ya? Ga ada itu alasan capek! Kurang ajar kamu, betul-betul kurang ajar!
Maaf, aku ngga bisa seperti itu... (ngga bisa menepikan capek/lelah/banyak pikiran sebagai alasan)
Kamu galau, heh? Jangan bawa kegalauan kamu ke dalam rumah!
Saya terdiam seketika.Saya terima semua amukan itu--namun saya benar-benar terpukul dengan kata-kata terakhir di atas. Jika saya tidak boleh membawa kegalauan saya ke dalam rumah, kepada siapa lagi saya harus mengadu? Bukankah mereka mengatakan saya harus bercerita kalau terjadi apa-apa/ada masalah? Saya lelah, amat lelah.Dulu hidup saya lebih berat daripada ini. Tidak ada yang tahu kan, bagaimana seorang anak kecil, umur 14 tahun menanggung beban hidup bagai sekarung belati--yang lucunya tidak dia pakai untuk bunuh diri saja sekalian--padahal situasinya sangat mendukung. Percuma juga kalau saya ceritakan hal itu kepada kalian, wahai orangtuaku, karena dulu kalian terlalu sibuk mencaci maki satu sama lain dan terlalu naif, buta, untuk mengakui bahwa anak kalian juga bisa punya masalah selayaknya masalah orang dewasa. Saya telan semua sakit dan muntahan itu sendiri.Saya tidak pernah mengeluh seperti cewek lenje. Masalah saya lebih berat dari sekadar nilai merah di rapor atau ditolak mentah-mentah orang yang saya suka. Saya ketika berumur 14 tahun punya masalah yang menyangkut hidup-mati. Yang membuat saya meneteskan air mata tiap kali bangun pagi dan turun menyentuh lantai--selama hampir 3 tahun--sebelum saya mengakhiri kegilaan itu dengan membuka lembaran baru dalam hidup dan berusaha memperbaiki diri. Dan akhir-akhir ini, kenangan masa lalu yang pahit najis itu sering menyergap saya.Sekarang saya sering berpikir, apakah semua perbuatan baik yang saya lakukan, semua upaya saya untuk memperbaiki masa lalu saya yang sampah, mencoba terlihat sebagai orang yang sempurna, bisa menutupi atau menebus kesalahan saya di masa lalu? Apakah saya sudah berubah sedemikian rupa baiknya sehingga orangtua saya melihat saya sebagai manusia superior yang tidak boleh mengalami human error? Tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan di depan mata orangtua saya, terutama bokap.
Lalu bagaimana dengan adik saya yang lebih lemah dan cengeng, kenapa banyak sekali toleransi yang diberikan kepada dia? Saya merasa sangat dibedakan! Saya tahu kalau bokap marah semua kata-kata orang gila bisa keluar. Masalahnya saya menganggap semua itu serius dan dimasukkan ke dalam hati. Penyakit orang perfeksionis. Yang saya tahu, mulai sekarang, saya tidak akan memperlihatkan kesedihan di depan orang tua saya--kecuali saya ingin cari penyakit.
Tadi saya menelepon teman untuk menanyakan bahan ujian, dengan suara sengau dan masih menarik ingus. Kontan, dia pun terkejut dan menyanyikan reff dari lagu " You've Got a friend" yang saya upload sebelumnya. Kamu udah nyanyiin itu buat aku, sekarang aku yang nyanyiin buat kamu. You've got a friend, right?
Sentimental breakdown, gue langsung nangis kejer. Saya ulangi, kejer. Taik. Hahahah.
Dan hal yang menghibur juga saya temui ketika menelepon dia. Dengan harapan bisa mencari ketenangan dengan mendengar suaranya setelah hampir tidak ada kabar selama 2 hari, atau berharap dia bisa memberikan saran sebagaimana orang bijak pada umumnya. Saya tidak percaya kalau dia tidak tahu apa yang terjadi dengan saya, karena dia tahu apa yang saya lakukan selama 24 jam, oh dasar dukun--namun apapun yang dia katakan tadi benar-benar menyejukkan hati. Mungkin dia juga tidak bermaksud mengibur, tapi biarlah. Setidaknya saya masih bisa tersenyum dan bangkit lagi.
Masih banyak orang lain yang punya masalah lebih berat. Saya tidak boleh menyerah dan mati tenggelam dalam kubangan ingus seperti ini. :) Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, family, Imperfect Past Present and Future, ME in STUPIDITY
KTT
26 October, 2009 / 10:21 PM
Tentunya kalian semua sudah familiar dengan KTT yang merupakan singkatan dari Konferensi Tingkat Tinggi....namun kali ini berbeda, KTT yang dimaksud adalah Khayalan Tingkat Tinggi
Berkhayal...seandainya yang terjadi di bawah ini menjadi nyata...
Namun apa boleh buat, yang ada sepertinya malah kebalikan. Zzz.
*****
Terus jadi teringat waktu itu dia bertanya-tanya soal main ice skating...mau main tapi takut jatoh. Di mana sense of adventure anda? Yihaaaa!
Kalo gue yang jatoh gawat, es retak semua, gara-gara keberatan dosa :hammer:
*****
Ah ini sekedar mengingatkan akan hobi lama dia...nge- RAP! Yes RAP! Macam Eminem atau Iwa K. Astaga!  ***** Dan khayalan yang paling mengerikan... FOTO CATATAN SIPIL *NGAREP BERAT MODE ON*Aaaa ada apa gerangan, makin lama makin sinting! (Memang sudah dari kemarin) Dari kemarin dia berbicara lewat lagu-lagu. Hari ini dia meninggalkan saya ngorok di telepon pada jam 6 pagi. Benar-benar dalam arti harafiah, suara ngoroknya kedengeran di telepon! Sore harinya dia juga bicara lewat lagu tapi saya terlalu pecicilan dan tidak peka untuk menangkap kalau-kalau ada maksud tersembunyi. Hari ini dia terlihat...bahagia.
Dan saya turut bahagia jika melihat orang yang disayang berbahagia. Walau saya tak tahu sebabnya. (Jangan-jangan mau kawin? Zzz ngimpi ajalo) Mumpung lagi hepi bolehlah diumbar...nanti kalau udah masuk bagian nangis-nangis, bete juga kan lo pada? Haha. Labels: a tall building called University and life on it, Daily Whatever, ME in STUPIDITY
|
JBhd (n): toilet-headed
in case you didn't understand: superb ideas produced in people's least favourite place
Mureen V. Silalahi | 19 | f
Sang Timur JHS '05
SMAN 78 '08
Trisakti University School of Law '12
Best known as dodol duren or jambanhead since elementary school.
Tell my dad that blogging while you are bored of reviewing Constitutional Law is not a crime.
Same thing should be applied to graphic designing, film making, jam sessions, and philosophizing.
Likes: Perry Mason (as well as Raymond Burr); English Dictionary; Oregano; IKEA Shop & Products
Dislikes: Jogging; Cockroaches; Extremists; No food in the fridge
My Facebook
My DeviantArt
|
adu bacot! (sing sabar nunggu loading, pantatnya lebar)
spam, and your life will be as miserable as the last cockroach i have killed yesterday (i don't even dare to touch cockroaches)
ShoutMix chat widget
|
friends
read 'em or die
High School Friends
Afrinda Anindya | Aldy Fakhreza Adrian | Andi Aulia | Annisa Jumaniar | Annisa Rakun |
Dea Basori | Gandrie Ramadhan | Marry Margaretha | M. Amin Ahlun Nazzar | Nabil Ihsan Ahmad |
Niken Septihandini | R. Parikesit | Ramatia Ramadhani | Reza Rahutomo | Riefni Riftianingrum | Sybil Yusrina Putri |
Theta Felicia Putri
Other
Amalia M. Suweileh | Arlang Adhitya | Sherine Devi | Sonia Delatofla | Theresia Anamika
|
archive
past stories
November 2007
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
credits
who made this kewl template
layout was made by /Negativity
icon was made by darkdegree
|